Hukrim

Polisi Ungkap Napi Pengoplos Disinfektan di Lapas Kerobokan

Kamis, 24 Juni 2021 | 17:35 WITA
Polisi Ungkap Napi Pengoplos Disinfektan di Lapas Kerobokan

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Kasus keracunan 21 napi perempuan setelah meneguk minuman oplosan disinfektan di Lapas Wanita Kelas IIA Kerobokan, pada Jumat 11 Juni 2021 pagi, akhirnya terungkap. 
Peracik minuman oplosan tersebut diduga napi RD, perempuan yang tewas dalam kejadian tersebut. Diberitakan, sebanyak 21 napi perempuan Lapas Wanita Kelas IIA Kerobokan dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar, Jumat 11 Juni 2021, setelah beramai-ramai meminum cairan disinfektan yang dicampur dengan kemasan nutrisi. 
Puluhan napi narkoba itu menjalani rawat inap. Bahkan dua napi terpaksa harus cuci darah karena terlalu banyak meminum. Sedangkan satu orang tewas yakni RD asal Jakarta. Aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap 21 napi perempuan tersebut. 
Sebagian yang sudah sembuh diperiksa dan diambil keterangannya. Kemudian saksi mahkota yakni EK yang terakhir dirawat di RSUP Sanglah mengakui bahwa ada napi lain yang meracik. 
 
 
Hasil penyelidikan, akhirnya terkuak siapa yang meracik minuman oplosan tersebut dan memberikan ke para napi. Menurut Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Putu Ika Prabawa, peracik minuman maut itu adalah RD sendiri. Dimana RD napi narkoba itu dinyatakan tewas sehari setelah dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar. 
"Napi lain mengatakan RD. Diduga peraciknya adalah RD yang meninggal," ungkap AKP Ika, Kamis 24 Juni 2021. 
Dugaan mengarah ke RD berdasarkan hasil keterangan 20 napi yang sempat dilarikan ke RSUP Sanglah karena meminum oplosan cairan disinfektan. 
"Keterangan para saksi seperti itu. Sudah ada 16 saksi napi yang sudah dimintai keterangannya," ungkapnya. 
Diberitakan, kasus keracunan minuman oplosan ini mencuat setelah Kalapas Perempuan Kelas IIA Denpasar, Lili menjelaskan kronologis kejadian. Dimana, pada Kamis 10 Juni 2021, salah seorang napi warga binaan mengeluh sakit perut ke petugas medis Lapas. Setelah didesak, ia mengaku telah meminum cairan disinfektan bersama napi lainnya, pada Rabu 9 Juni 2021. 
Tak lama, 8 napi mengaku keracunan dan dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar, pada Kamis 10 Juni 2021 sore hari. Mereka kemudian mendapatkan perawatan intensif tim medis. 
"Ada dua yang kondisinya kritis dan tadi pagi meninggal itu ada satu orang," kata Lili saat diwawancarai oleh awak media di Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar, Jumat (11/6/2021) sore lalu. 
Setelah rekannya tewas, belasan napi lainnya memberanikan diri melapor bahwa mereka juga ikut minum. Bahkan mereka mengaku mengalami gejala sesak nafas dan sakit perut.
Para napi ini mengaku minum cairan disinfektan yang sudah dicampur sari buah nutrisi sejak Selasa 8 Juni 2021 dan gejalanya baru dirasakan pada Kamis 10 Juni 2021. 
"Total semuanya ada 21 warga binaan kami dan 1 orang yang meninggal," tambah Lili. 
Menurut Lili, cairan disinfektan itu diambil diam-diam dari dalam gudang. Cairan disinfektan itu merupakan sisa dari pemakaian sebelumnya untuk menyemprotkan blok yang dihuni para warga binaan. Mereka kemudian mencampur dengan minuman sari buah yang bisa didapatkan di koperasi lapas. 

Penulis : Surya Kelana

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS :


Bali Tour Company | Bali Day Tours Packages | Bali Tours Activities

Best online Bali Tour Company Service for your holiday in Bali Islands by offer special Bali Day Tours Packages, Bali Activities Tour with Professional Bali Tours. Contact us Today 082340081861



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV