News

147 Pekerja Migran Kelapa Sawit Dipulangkan dari Malaysia

Jumat, 30 Juli 2021 | 13:30 WITA
147 Pekerja Migran Kelapa Sawit Dipulangkan dari Malaysia

beritabali/ist/Kadisnakertrans NTB I Gede Putu Aryadi.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NTB.
Malaysia akan memulangkan 147 orang pekerja kelapa sawit dari Perusahaan Sime Darby Plantation Malaysia. 
Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini dipulangkan karena telah berakhir masa kontrak kerjanya. Para PMI ini diperkirakan akan tiba Jumat (30/7) menggunakan pesawat Charter. 
"Untuk saat ini Malaysia masih tutup untuk menerima pekerja di sektor perkebunan. Bahkan besok ini akan ada pesawat charter yang akan memulangkan para pekerja kelapa sawit dari Perusahaan Sime Darby Plantation Malaysia sebanyak 147 orang. Karena para pekerja ini telah berakhir masa kontrak kerjanya," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), I Gede Putu Aryadi, Kamis (29/7). 
Kata Gede Aryadi, semua negara untuk sementara waktu masih menutup akses penempatan angkatan kerja antar Negara (AKAN) karena pandemi Covid 19. Pandemi membuat sektor industri terpuruk dan sektor pariwisata adalah sektor yang paling terdampak. 
"Bahkan 70 persen hotel tidak beroperasi selama pandemi," jelas Gede Aryadi. 
Mengingat penempatan kerja di luar negeri masih tutup, maka satu-satunya kesempatan bekerja yang masih terbuka dan berpeluang untuk calon PMI, adalah program AKAD (Antar Kerja Antar Daerah) dan AKL (antar kerja lokal).
"Kesempatan ini sangat bagus untuk dimanfaatkan oleh para pencari kerja. Seperti penempatan AKAD untuk sektor perkebunan Sawit yang ada di provinsi di Pulau Kalimantan," ujar Gede Putu Aryadi, saat membuka Kegiatan Penguatan Kapasitas Tenaga Kerja AKAD Dirjen. 
Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan RI bekerja sama dengan Disnakertrans  NTB Tahun Anggaran 2021 di Hotel Jayakarta. 
Karena itu, Kadisnakertrans kembali menekankan agar masyarakat lebih hati-hati dan waspada bila menerima informasi terkait kesempatan kerja luar negeri ini. Terlebih disampaikan oleh para calo dengan iming-iming yang menggiurkan.
"Saya tegaskan, untuk sementara waktu, belum ada pengiriman dan penempatan kerja baru di luar negeri", tegasnya.
Lebih lanjut, Aryadi juga menyampaikan tenaga kerja yang berangkat ke luar negeri non procedural rawan untuk terlantar dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu, seperti menjadi korban human traficking, mendapat kekerasan fisik/mental, bekerja melebihi jam kerja dan bahkan tidak menerima gaji. 
Sebaliknya Aryadi menyebut bahwa tenaga kerja  atau PMI yang berangkat sesuai prosedur, banyak pula yang sukses, baik di luar negeri maupun dalam negeri. 
"Banyak diantara mantan PMI, setelah pulang, mereka sukses menjadi wirausaha mandiri. Inilah yang harus dicontoh," terangnya.
Pada kesempatan yang sama melalui Zoom Meeting, narasumber yang merupakan Pejabat Fungsional Pengantar Kerja pada Dirjen Bina Penta Kemnaker RI, Archimidiyanto Tjipto Martadi menyampaikan jenis-jenis pekerjaan yang mengalami peningkatan antara tahun 2021-2025 adalah pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan dan instalasi, mediasi, medis, analis data, manajer sistem informasi, konselor vokasi dan analis dampak lingkungan. 
Sedangkan, jenis-jenis pekerjaan yang mengalami penurunan adalah resepsionis, tukang kayu, desain tiga dimensi, pengolah semi konduktor, teller bank, travel agents, juru masak fast food, dan operator mesin.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja, Muhairi Isnaini SH melaporkan, peserta yang mengikuti kegiatan Penguatan Kapasitas Tenaga Kerja AKAD berjumlah 120 orang yang berasal dari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Utara.

Penulis : Ni Luh Sulastri

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS :


Beritalombok.com - Media Online Lombok Dompu Bima Sumbawa Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Lombok, Dompu, Bima, Sumbawa Terkini.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV