News

Pesamuhan Agung PHDI 2021

PHDI Hilangkan Pengayoman Lembaga, Sifatnya Koordinasi

Selasa, 03 Agustus 2021 | 19:55 WITA
PHDI Hilangkan Pengayoman Lembaga, Sifatnya Koordinasi

beritabali/ist/Pesamuhan Agung PHDI tahun 2021 secara virtual.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NASIONAL.
Pesamuhan Agung Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) telah selesai dan sukses dilaksanakan secara virtual dari tanggal 31 Juli 2021 sampai dengan 1 Agustus 2021.
Pesamuhan Agung yang dihadiri oleh 127 orang peserta dari unsur Sabha Pandita, Sabha Walaka, Pengurus Harian, Pengurus PHDI Provinsi, Pimpinan badan otonom di bawah PHDI, dan Pimpinan Organisasi / Lembaga / Badan / Yayasan / Instansi ini diawali dengan doa, laporan Ketua Panitia Pelaksana, Irjen Pol (Purn) Drs. Ketut Untung Yoga, SH., MM, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjend (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan sambutan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Tri Handoko Seto, S.Si., M.Sc. sekaligus membuka Pesamuhan Agung secara resmi.
Sekali pun berlangsung secara virtual, banyak keputusan penting diambil dalam Pesamuhan Agung ini. Dua keputusan penting dalam Pesamuhan Agung tahun 2021 adalah Penguatan dalam pengelolaan dana punia melalui Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) dan menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan bagi umat Hindu. 
Keputusan terkait BDDN, dengan mengganti badan hukum BDDN dari Yayasan Dharma Adikara Parisad menjadi Yayasan Badan Dharma Dana Nasional dilakukan dengan tujuan pengelolaan dana punia dapat lebih profesional. Keputusan menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan bagi umat Hindu dilakukan dengan tujuan untuk turut memelihara dan memuliakan kembali Candi Hindu itu. 
Candi Prambanan yang dilindungi oleh UNESCO selama ini lebih banyak dikenal sebagai obyek wisata, semua orang bisa masuk dan bahkan naik ke atas candi. Dengan menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan maka dapat dipastikan kesucian Candi Hindu ini dapat lebih dipelihara.
Dalam rancangan perbaikan AD/ART, misalnya, penghargaan pada nilai-nilai kearifan lokal diperkuat dengan secara eksplisit dicantumkan ke dalam AD/ART PHDI. Penguatan pada penghargaan pada nilai-nilai kearifan lokal juga dimunculkan sebagai salah satu program bidang Agama dan Lintas Iman. 
Halaman :

TAGS :


Beritalombok.com - Media Online Lombok Dompu Bima Sumbawa Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Lombok, Dompu, Bima, Sumbawa Terkini.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV