News

Data Kemenkes Diduga "Nyaplir", Warga Protes Dicovidkan

Jumat, 06 Agustus 2021 | 14:40 WITA
Data Kemenkes Diduga

bbn/ilustrasi/Warga Denpasar protes dicovidkan oleh data Kemenkes.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Data Kementerian Kesehatan RI tentang pasien Covid-19 diduga tidak sinkron atau "nyaplir". Hal itu berdasarkan pengalaman seorang warga Denpasar, Siti Herlina. 
Meski hasil tes rapid antigen menyatakan dirinya negatif Covid-19, dia justru mendapat pesan dari akun whatsapp bahwa dirinya divonis positif Covif-19 dan disarankan melakukan isolasi. Diwawancarai wartawan, suami Herlina menjelaskan bahwa dia menerima pesan itu pada Selasa, (3/8/2021). 
Sebelumnya dia menjalani tes antigen di Puskesmas Denpasar Barat II tanggal 31 Juli 2021 lalu. Pesan singkat yang menyatakan Siti Herlina positif Covid-19 itu membuat kepanikan pihak keluarga. Pihak keluarga mempertanyakan asal-usul Kemenkes bisa menyatakan Siti Herlina positif Covid-19.
"Ini bagaimana kok bisa dinyatakan positif Covid-19, padahal hasil antigen istri saya negatif. Dalam ketentuan yang disampaikan di lingkungan Banjar saya, hanya orang yang dites antigen positiflah yang dilanjutkan swab PCR untuk menentukan positif atau negatif," ujar suami Siti Herlina, Jumat (6/8/2021).
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga meragukan validitas data jumlah pasien Covid-19 yang setiap hari dirilis Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Pemkot Denpasar. Pihak keluarga pun memprotes kejadian tersebut karena tidak ada bukti yang menyatakan Siti Herlina positif Covid-19. 
Halaman :

TAGS :


Beritalombok.com - Media Online Lombok Dompu Bima Sumbawa Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Lombok, Dompu, Bima, Sumbawa Terkini.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Denpasar Terkini

Lihat Semua

Berita Bali TV