Informasi

Wagub Cok Ace Paparkan Strategi Pertanian 4.0 Provinsi Bali

Rabu, 15 September 2021 | 17:10 WITA
Wagub Cok Ace Paparkan Strategi Pertanian 4.0 Provinsi Bali

beritabali.com/ist/Wagub Cok Ace Paparkan Strategi Pertanian 4.0 Provinsi Bali

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Belajar dari pandemi Covid-19 yang menekan pertumbuhan ekonomi Bali hingga titik nadir, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mendorong upaya penguatan sektor pertanian. Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi salah satu narasumber pada 2nd Webinar Transformasi Bali Nusra “Balinusra Menuju Pertanian 4.0” yang diselenggarakan oleh Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Bali, secara daring pada Selasa (14/9).
Menurut Wagub Cok Ace, Bali mengalami kontraksi ekonomi paling hebat jika dibandingkan provinsi lain di Indonesia karena sangat bergantung pada sektor pariwisata. Ia menyebut, 54 persen PDRB bersumber dari sektor ini sehingga di masa pandemi, Bali kehilangan devisa hingga Rp9,7 triliun setiap bulan. 
“Bali sangat terpuruk karena ketergantungan pada sektor pariwisata. Sementara daerah lain lebih tahan,” ucapnya. 
Menurut Cok Ace, hal ini perlu dijadikan bahan evaluasi untuk menggenjot sektor alternatif selain pariwisata. Salah satu sektor alternatif yang menurutnya harus digarap lebih serius adalah pertanian. Untuk menggairahkan sektor pertanian, ia mendorong pemanfaatan teknologi. 
“Penerapan teknologi di bidang pertanian sangat penting untuk menarik minat generasi muda menekuni sektor ini,” imbuhnya. 
Dengan demikian, ke depan ia berharap sektor pertanian bisa memberi kontribusi yang sama besar dengan pariwisata. 
“Jika kedua sektor ini bisa dijadikan lokomotif perekonomian secara imbang, saya yakin kita tak akan menghadapi keterpurukan seperti ini,” sebutnya.
Untuk itu, Wagub Cok Ace masyarakat Bali untuk kembali menekuni pertanian dan membangkitkan kerajinan lokal di tengah kondisi pandemi Covid-19. Harapannya bisa mendongkrak aktivitas perekonomian yang kini tengah tertekan.
Padahal, menurutnya, Bali pada awalnya hidup di sektor agraris kemudian beralih pada sektor pariwisata, dan secara tanpa sengaja melompati sektor industri pengolahan (sekunder). Kontribusi sektor pariwisata sebelum pandemi mencapai 68 persen, sedangkan sektor pertanian dan pengolahan berkisar 15 hingga 17 persen.
"Oleh karena itu, beberapa langkah yang saat ini bisa dilakukan yakni kembali menekuni sektor pertanian, kelautan, perikanan, dan membangkitkan kerajinan lokal sebagai mata pencaharian penopang ekonomi rakyat," ucapnya. 
Menurut pria yang biasa disapa Cok Ace itu, hikmah yang dapat dipetik saat ini, salah satunya harus kembali kepada sektor pengolahan hasil-hasil pertanian yakni di antaranya memetik buah yang ditanam contohnya jeruk dan salak yang masing-masing buah ini dapat diolah menjadi jus yang kemudian bisa dijual untuk masyarakat lokal.
Selain itu, Cok Ace juga mendorong masyarakat Bali untuk menggunakan transaksi digital dalam kegiatan jual beli hasil produksi. 
"Dengan begitu perputaran ekonomi juga akan kembali tumbuh," katanya.
Halaman :

TAGS : Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Biar kamu #TetapTerjaga dirumah, Kami antar semua kebutuhanmu Pakai Bluebird COD - Chat-Order-Deliver

Program berlaku di area Sarbagita, Argo taksi dimulai pick-up di lokasi pertama dan Pembayaran Tunai atau Non-Tunai melalui Easy Ride My Bluebird.



News Lainnya :


Berita Lainnya