Hukrim

Diduga Jadi Mafia Tanah, Zaenal Tayeb Jalani Sidang Perdana

Kamis, 16 September 2021 | 20:45 WITA
Diduga Jadi Mafia Tanah, Zaenal Tayeb Jalani Sidang Perdana

beritabali/ist/Diduga Jadi Mafia Tanah, Zainal Tayeb Jalani Sidang Perdana.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Pengusaha asal Bugis, Sulawesi Selatan yakni Zaenal Tayeb, 65, menjalani sidang perdana secara daring, pada Kamis 16 September 2021. 
Sidang di Pengadilan Negeri Denpasar ini dipimpin Hakim Ketua I Wayan Yasa, didampingi Hakim Anggota, Kony Hartanto dan AA Aripathi Nawaksara. 
Pria kelahiran Mamasa 25 April 1965 ini dijadikan terdakwa terkait dugaan tindak pidana menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik. 
Menurut Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) dan Humas Kejari Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo seizin Kejari Badung, I Ketut Maha Agung, sidang Zainal Tayeb masih beragenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). 
"Ya sidangnya secara online," terangnya. 
Sementara dalam sidang yang berlangsung virtual, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Ramdhoni yang menangani perkara ini menjerat terdakwa dengan Pasal 266 ayat (1) pada dakwaan pertama dan Pasal 378 ayat (1) pada dakwaan kedua. 
Dalam fakta sidang, kasus ini bermula ketika terdakwa menghubungi saksi Hedar Giacomo. Terdakwa meminta bertemu untuk membicarakan kerjasama pembangunan numah vila. 
Sehingga pada tanggal 25 September 2017, saksi Hedar menemui terdakwa di rumahnya dan terjadilah percakapan mengenai materi yang akan dituangkan dalam Akta Perjanjian Notaril. 
Dalam pertemuan tersebut selain terdakwa dan saksi Hedar, juga dihadiri oleh saksi Yuri Pranatomo selaku orang kepercayaan terdakwa, serta saksi Luh Citra Wirya Astuti dan saksi Kadek Swastika selaku pegawai Zainal. 
"Di pertemuan, terdakwa menyampaikan kepada saksi Hedar bahwa ia akan menjual tanah dengan luas keseluruhan 13.700 M² dengan harga permeter Rp4,5 juta dan akan menjadi salah satu klausul dalam perjanjian kerjasama pembangunan dan penjualan," kata jaksa di persidangan. 
Tanpa memiliki rasa curiga, saksi Hedar lalu menyetujui dan menyanggupi untuk membayar tanah milik terdakwa dan percaya kepada terdakwa bahwa total luasan tanah tersebut benar memiliki luas 13.700 M². Selanjutnya, terdakwa memerintahkan saksi Yuri Pranatomo untuk membuat draft berdasarkan hasil pertemuan dengan saksi Hedar yang akan diajukan ke Notaris untuk dibuatkan akta. 
Halaman :

TAGS : Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Bali Tour Company | Bali Day Tours Packages | Bali Tours Activities

Best online Bali Tour Company Service for your holiday in Bali Islands by offer special Bali Day Tours Packages, Bali Activities Tour with Professional Bali Tours. Contact us Today 082340081861



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV