News

1.400 Lumba-Lumba Dibantai di Kepulauan Faroe Dalam Sehari

Jumat, 17 September 2021 | 11:05 WITA
1.400 Lumba-Lumba Dibantai di Kepulauan Faroe Dalam Sehari

beritabali.com/ist/suara.com/1.400 Lumba-Lumba Dibantai di Kepulauan Faroe Dalam Sehari

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DUNIA.
Bjarni Mikkelsen, seorang ahli biologi kelautan dari Kepulauan Faroe, mengatakan jumlah lumba-lumba yang dibunuh Minggu lalu adalah rekor terbesar dalam satu hari di Kepulauan Faroe, wilayah otonomi Denmark.
Dia mengatakan rekor sebelumnya adalah 1.200 pada tahun 1940. Tangkapan terbesar berikutnya adalah 900 pada tahun 1879, lalu 856 lumba-lumba pada tahun 1873, dan 854 ekor pada tahun 1938, kata Mikkelsen.
Dalam sebuah wawancara dengan BBC, ketua Asosiasi Pemburu Ikan Paus Faroese, Olavur Sjurdarberg, mengakui bahwa pembunuhan itu berlebihan.
Lalu mengapa begitu banyak lumba-lumba yang harus dibunuh?
'Orang-orang kaget'
"Itu adalah kesalahan besar," kata Sjurdarberg, yang tidak ikut berburu. "Ketika kumpulan ditemukan, mereka memperkirakan hanya 200 lumba-lumba."
Hanya ketika proses pembantaian dimulai, mereka baru mengetahui jumlah kumpulan yang sebenarnya, katanya. "Seharusnya ada yang tahu lebih baik," katanya. "Kebanyakan orang terkejut dengan apa yang terjadi."
Meski begitu, menurut Sjurdarberg, penangkapan itu disetujui oleh otoritas setempat dan tidak ada hukum yang dilanggar. Perburuan semacam itu diatur di Kepulauan Faroe, merupakan bentuk non-komersial dan diorganisir pada tingkat komunitas, seringkali secara spontan ketika seseorang melihat sekumpulan mamalia laut.
Untuk mengambil bagian, pemburu harus memiliki sertifikat pelatihan resmi yang membuat mereka memenuhi syarat untuk membunuh hewan.
'Legal tapi tidak populer'
Membunuh lumba-lumba sisi putih adalah tindakan "legal tapi tidak populer", kata Sjurdur Skaale, anggota parlemen Denmark untuk Kepulauan Faroe.
Dia mengunjungi pantai Skalabotnur untuk berbicara dengan penduduk setempat pada hari Senin. "Orang-orang marah," katanya.
Tetap, dia membela perburuan itu, yang menurutnya "manusiawi" jika dilakukan dengan cara yang benar. Perburuan melibatkan tombak yang dirancang khusus, yang digunakan untuk memotong sumsum tulang belakang paus atau lumba-lumba sebelum lehernya dipotong.
Halaman :

TAGS : Kepulauan Faroe Pembantaian Lumba Lumba Perburuan Tombak Paus Kesejahteraan Hewan Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritatabanan.com - Media Online Tabanan Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Tabanan, Bali, Nasional dan Dunia.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV