News

1.400 Lumba-Lumba Dibantai di Kepulauan Faroe Dalam Sehari

Jumat, 17 September 2021 | 11:05 WITA
1.400 Lumba-Lumba Dibantai di Kepulauan Faroe Dalam Sehari

beritabali.com/ist/suara.com/1.400 Lumba-Lumba Dibantai di Kepulauan Faroe Dalam Sehari

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DUNIA.
Dengan menggunakan metode ini, dibutuhkan "kurang dari satu detik untuk membunuh seekor paus", kata Skaale. "Dari sudut pandang kesejahteraan hewan, ini adalah cara yang baik untuk membunuh hewan - jauh lebih baik daripada memenjarakan sapi dan babi," katanya.
Organisasi konservasi lautan non-profit, Sea Shepherd, membantah hal ini, dengan alasan bahwa "pembunuhan lumba-lumba dan paus pilot jarang terjadi secepat yang dilakukan pemerintah Faroe".
"Perburuan Grindadrap bisa berubah menjadi pembantaian yang berlarut-larut dan seringkali tidak terorganisir," kata kelompok itu.
"Paus pilot dan lumba-lumba dapat dibunuh dalam waktu lama di depan kerabat mereka saat terdampar di pasir, batu atau ketika berjuang di air dangkal."
Bersiap untuk 'serangan balik besar'
Survei menunjukkan bahwa kebanyakan orang menentang pembantaian massal lumba-lumba di Kepulauan Faroe.
Pada hari Minggu, reaksi nasional adalah "kebingungan dan keterkejutan karena jumlah yang luar biasa besar", kata Trondur Olsen, seorang jurnalis untuk penyiar publik Faroe Kringvarp Foroya.
"Kami melakukan jajak pendapat singkat kemarin menanyakan apakah kami harus terus membunuh lumba-lumba ini. Lebih dari 50% mengatakan tidak, dan lebih dari 30% mengatakan ya," katanya.
Sebaliknya, katanya, jajak pendapat terpisah menunjukkan bahwa 80% mengatakan mereka ingin melanjutkan pembunuhan paus pilot. Jajak pendapat tersebut memberikan gambaran opini publik terhadap pembunuhan mamalia laut.
Kritik terhadap perburuan di Faroe telah mengalami naik-turun selama bertahun-tahun. Sebelum kejadian Minggu lalu, kritik atas praktik perburuan tersebut juga pernah ditayangkan dalam film dokumenter Seaspiracy yang populer di Netflix awal tahun ini.
"Ada banyak perhatian internasional. Kecurigaan saya adalah bahwa orang-orang bersiap untuk serangan balasan yang besar," kata Olsen. "Ini saat yang tepat bagi juru kampanye untuk lebih menekan. Kali ini akan berbeda karena jumlahnya sangat besar."(sumber: suara.com)

Penulis : Media Network

Editor : Juniar

Halaman :

TAGS : Kepulauan Faroe Pembantaian Lumba Lumba Perburuan Tombak Paus Kesejahteraan Hewan Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritaklungkung.com - Media Online Klungkung Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Klungkung, Bali, Nasional dan Dunia.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV