News

21 Desa di Gianyar Bentuk Posyandu Gangguan Jiwa

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:35 WITA
21 Desa di Gianyar Bentuk Posyandu Gangguan Jiwa

beritabali/ist/21 Desa di Gianyar Bentuk Posyandu Gangguan Jiwa.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, GIANYAR.
Kabupaten Gianyar membentuk Pusat pelayanan terpadu gangguan jiwa di setiap desa yang dinamai Posyandu Seroja, sehat rohani dan jasmani. 
Pembentukan Posyandu gangguan jiwa ini diresmikan oleh Ketua TP PKK Gianyar Ny Ida Ayu Adnyani Mahayastra di wantilan Ancaksaji, Puri Peliatan Ubud, Selasa (26/10). Tujuannya untuk melayani kesehatan masyarakat atau anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa secara terpadu di desa. 
Posyandu ini diharapkan dapat mencegah semaksimal mungkin munculnya penderita gangguan jiwa. Mencegah terjadinya penderita gangguan jiwa berat di masyarakat, mengurangi beban keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita gangguan jiwa, serta mewujudkan masyarakat Gianyar yang sehat rohani dan jasmani.
Ada 21 desa yang telah membentuk Posyandu Seroja Aman ini. Anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten dan APBDes. "21 desa yang telah membentuk Posyandu Seroja Aman, sumber dananya dari APBD Kabupaten dan APBDes,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Dewa Ngakan Ngurah Adi. 
Dikatakan, Posyandu ini dibentuk dalam rangka memperingati hari kesehatan jiwa sedunia. Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny Surya Adnyani Mahayastra mengatakan berdasarkan Undang–undang 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ditetapkan bahwa, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari  jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. 
“Secara holistik dan kesehatan jiwa merupakan bagian dari kesehatan yang tidak dapat dipisahkan," kata Surya Adnyani Mahayastra.
Terkait dengan permasalahan pelayanan kesehatan bagi (ODGJ Berat) dan orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) yang menjadi salah satu program Presiden Joko Widodo Periode Kedua tentang SDM Unggul, bahwa Kesehatan Fisik maupun jiwa merupakan prasyarat utama untuk menghasilkan SDM yang unggul. 
Tahun 2021 Kabupaten Gianyar diperkirakan terdapat 1.291 orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ), 807 pasien (62,5%) sudah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dan 4 diantaranya masih dipasung. 
"Tantangan layanan kesehatan jiwa juga berkaitan dengan stigmatisasi dan pemasungan. Stigma pada ODGJ dan keluarganya dapat menghambat motivasi untuk berobat," ujarnya. 
Halaman :

TAGS : Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritalombok.com - Media Online Lombok Dompu Bima Sumbawa Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Lombok, Dompu, Bima, Sumbawa Terkini.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV