Hukrim

Kapolda NTB Ancam Pecat Oknum Polisi Tembak Rekannya

Minggu, 31 Oktober 2021 | 22:10 WITA
Kapolda NTB Ancam Pecat Oknum Polisi Tembak Rekannya

beritabali/ist/Polisi Tembak Rekannya Terancam Sanksi Dipecat.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NTB.
Kapolres Bima Kota, AKBP Henry Novika Chandra SIK MH memberikan arahan kepada personel dan sekaligus pengecekan SOP penyimpanan senjata api (senpi), pada Satuan Polsek Rasanae Timur Polres Bima Kota, Jumat (29/10). 
Menyusul pasca insiden berdarah, polisi menembak mati rekan sesama polisi di Polres Lombok Timur, Senin (25/10) lalu. Selain  terkait SOP penyimpanan senjata api Satuan maupun Perseorangan yang ada di Polsek Rasanae Timur untuk diperhatikan. 
Dalam arahannya Kapolres meminta agar saling menjaga dan jalin komunikasi yang harmonis sesama anggota polri. 
"Hindari pelanggaran disiplin, tindak asusila, narkoba, miras, dan pelanggaran Kode Etik profesi Polri," tegas Kapolres, menekankan kepada jajarannya agar paham dengan situasi yang berkembang global, nasional, dan lokal. 
"Saya harap rekan-rekan dapan mengambil langkah-langkah Preemptif, Preventif, dan Represif yang tepat. Perbanyak laksanakan imbauan Harkamtibmas dan Potroli agar lebih dekat dengan masyarakat," jelas Kapolres lagi, mengingatkan anggotanya agar , berpegang teguh dan mengamalkan Tribrata dan Catur Prasetya dalam pelaksaan tugas sehari-hari.
Sementara itu perkembangan kasus polisi tembak polisi di Lombok timur, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Iqbal, mengeluarkan ancaman pecat terhadap Brigadir Polisi Kepala berinisial MN, oknum anggota yang melakukan penembakan terhadap rekan kerjanya, Brigadir Polisi Satu HT, hingga tewas.
"Saya selaku kepala Polda NTB akan memproses sesuai aturan yang berlaku, dengan tegas, dan saya pastikan oknum tersebut di proses pidana dan akan saya pecat sesuai dengan mekanismenya," kata Iqbal, di sela acara Bhayangkara Mural Festival 2021, di Taman Budaya NTB, Minggu (31/10).
Mekanisme dari pelanggaran yang dilakukan MN ini kata Kapolda, berkaitan dengan sanksi disiplin dan kode etik Polri sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 2/2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri dan Peraturan Kapolri Nomor 43/2004 tentang Tata Cara Penyelesaian Pelanggaran Disiplin Bagi Anggota Polri.
Halaman :

TAGS : Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritatabanan.com - Media Online Tabanan Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Tabanan, Bali, Nasional dan Dunia.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV