News

Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Konsep Satu Lima Berkah

Jumat, 29 Oktober 2021 | 10:40 WITA
Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Konsep Satu Lima Berkah

beritabali/ist/Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Konsep Satu Lima Berkah.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa menawarkan konsep “Satu Lima Berkah” dalam mengimplementasikan kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber. 
Satu Lima berkah yang dimaksud adalah SAmpah TUntas – LIngkungan dan MAsyarakat – BERsih Ke sejAHtera. Koordinator PKM dari Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Ir, Yan Tongan, MP. mengungkapkan konsep ini tetap mendorong masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah dirumah tangga menjadi pupuk yang digunakan sebagai media tanam dan pupuk tanaman. 
Kemudian terdapat peran BUMDES yang membeli hasil olahan sampah organik di rumah tangga baik yang padat maupun yang cair sebagai bahan baku untuk pembuatan pupuk organik padat/cair yang berkualitas dan memiliki standarisasi serta berlabel
“Selanjutnya pihak BUMDES akan membuat pilot project untuk mewujudkan kawasan subak organik dengan menggunakan kompos dan pupuk organik cair yang di produksi oleh BUMDES,” kata Yan Tongan didampingi anggota tim lainnya Ir. I Gede Sutapa, M.P dan Ir.I Ketut Agung Sudewa, M.Si saat memberikan keterangan di Denpasar pada Jumat (29/10). 
Menurut Yan Tongan, konsep ini telah diterapkan di Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Desa Singapadu Kaler adalah merupakan salah satu desa wisata di Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar Provinsi Bali.
Sebagai desa wisata, saat ini Desa Singapadu Kaler memprioritaskan program penanganan sampah setempat, penataan lingkungan agar asri dan upaya meningkatkan pendapatan/ekonomi masyarakat. Dalam penanganan sampah setempat sudah ada satgas kebersihan dengan 2 unit truk pengangkut sampah.
Potensi sampah rumah tangga  berdasarkan data dari satgas kebersihan Desa Singapadu Kaler mengambil, mengangkut, membuang ke TPS sebanyak 5 truk (kurang lebih 10 ton) per hari. 
Sampah dari rumah tangga rata-rata terdiri dari 60% sampah organik, 25% sampah an-organik (plastk dan kertas), dan 15% sampah lainnya (logam, kain, kaca). Jadi jika dihitung potensi sampah organiknya sebanyak 6,0 ton selanjutnya setelah diproses/diolah menjadi kompos/pupuk organik menjadi 4,2 ton/hari (susut 30%).

Penulis : I Nengah Muliarta

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS : Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritabangli.com - Media Online Bangli Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Bangli, Bali, Nasional dan Dunia.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Denpasar Terkini

Lihat Semua

Berita Bali TV