Hukrim

Korupsi Bedah Rumah

Mantan Kepala Desa Tianyar Barat Dituntut Paling Tinggi

Senin, 01 November 2021 | 15:35 WITA
Mantan Kepala Desa Tianyar Barat Dituntut Paling Tinggi

beritabali/ist/Mantan Kepala Desa Tianyar Barat Dituntut Paling Tinggi.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Lima terdakwa korupsi bedah rumah di Desa Tianyar Barat, Kubu, Karangasem, dituntut masing-masing berbeda. 
Sidang yang digelar secara online di gedung Tipikor (tindak pidana korupsi) itu dipimpin hakim Haryanti,SH.,MH.
 Dari kelima terdakwa yang diduga melakukan korupsi untuk bedah rumah rakyat senilai Rp4,5 miliar itu, adalah mantan Kepala Desa Tianyar Barat, I Gede Agung Pasrisak Juliawan (38), yang dituntut paling tinggi yaitu 8 tahun penjara.
Selain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin oleh Kasipidsus Kejari Karangasem, Matheos Matulessy, juga menuntut Juliawan pidana denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan.
"Terdakwa juga dituntut membayar uang kerugian negara sebesar Rp2.256.903.050. Apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama dalam tenggang waktu 1 bulan setelah putusan pengadilan inkrah, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka diganti dengan 1 tahun penjara," tegas JPU dalam amar tuntutannya.
Sementara dalam berkas terpisah, I Gede Sukadana (29), selaku Kaur Keuangan Desa Tianyar Barat dituntut 5 tahun dan 3 bulan penjara, dan denda sebesar Rp100 juta subsider 4 bulan kurungan. Serta dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 1.128.451.521 apabila tidak dibayar maka diganti satu tahun penjara.
Kemudian untuk tiga terdakwa lainnya, yakni I Gede Tangun (36), I Ketut Putrayasa (38) I Gede Sujana (38) dituntut pidana penjara masing-masing 5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan. Ketiganya dibebankan membayar uang pengganti masing-masing sebesar Rp 376.150.508,33 subsider 1 tahun penjara.
JPU menyakini perbuatan para terdakwa ini telah terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah dirubah dengan Undang-Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.
Halaman :

TAGS : Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritabuleleng.com - Media Online Buleleng Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Buleleng, Bali, Nasional dan Dunia.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Denpasar Terkini

Lihat Semua

Berita Bali TV