News

Menyongsong Bonus Demografi

Kemenkominfo Sosialisasi Cegah Stunting Sedari Dini

Sabtu, 20 November 2021 | 15:15 WITA
Kemenkominfo Sosialisasi Cegah Stunting Sedari Dini

beritabali/ist/Kemenkominfo Sosialisasi Cegah Stunting Sedari Dini.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BANGLI.
Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, Indonesia harus dapat menurunkan angka prevalensi stunting di bawah 14 persen. 
Hal ini guna menyongsong bonus demografi di tahun 2030 mendatang. Bonus demografi ini memiliki arti bahwa di tahun 2030 angkatan usia produktif akan mendominasi jumlah penduduk saat itu. Oleh karenanya, pencegahan stunting sangat dibutuhkan untuk dapat membangun generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki daya saing di kancah dunia. 
“Bapak Presiden sudah menargetkan di tahun 2024, angka prevalensi stunting harus 14 persen ke bawah. Artinya jauh di bawah apa yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia WHO yaitu 20 persen,” ujar Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Wiryanta pada Forum Kepoin GenBest bertajuk, 
“Stunting Terhalau, Remaja Bebas Galau” yang diselenggarakan secara luring dan daring kepada remaja di Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (18/11/2021). 
Hadir dalam acara tersebut Tim Komunikasi Informasi Edukasi Stunting Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) I Made Yudhistira Dwipayama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr. I Nengah Nadi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa, serta dokter Clarin Hayes. I Nengah Nadi menyatakan menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan untuk penurunan prevalensi stunting. 
“Forum Sosialisasi Hybrid Genbest dalam rangka penurunan prevalensi stunting merupakan salah satu wujud dukungan kepada pemerintah dan masyarakat Bangli dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan krama Bangli secara optimal. Sehingga produktivitas masyarakat meningkat dan beban pelayanan kesehatan pun dapat ditekan,” ujarnya. 
Di lain pihak, Made mengatakan sangat penting bagi remaja untuk memahami stunting. “Remaja ini akan menjadi calon-calon yang akan berkeluarga, oleh karena itu sejak awal, perlu bagi remaja-remaja ini memahami apa bahaya stunting,” katanya. 
Halaman :

TAGS : Stunting BKKBN Kekurangan Gizi Sistem Reproduksi Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV