Hukrim

Ketua LPD Anturan dan Tamblang Jadi Tersangka Dugaan Korupsi

Selasa, 23 November 2021 | 22:55 WITA
Ketua LPD Anturan dan Tamblang Jadi Tersangka Dugaan Korupsi

beritabali/ist/Ketua LPD Anturan dan Tamblang Jadi Tersangka Dugaan Korupsi.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BULELENG.
Kejaksaan Negeri Buleleng menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi, diantaranya Ketua LPD Anturan, NAW dan Ketua LPD Tamblang KR.
“Tim Penyidik telah menetapkan satu orang tersangka dengan inisial NAW yang menjabat selaku Ketua LPD Anturan, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-713/N.1.11/Fd.2/11/2021 tanggal 22 November 2021. Berdasarkan hasil perhitungan sementara Tim Penyidik Kejari Buleleng diduga ada temuan selisih dana yang berindikasi merugikan keuangan negara sekitar 137 Miliar rupiah,” papar Kepala Seksi Intelijen Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara.
Selain Ketua LPD Anturan, Kejaksaan Negeri Buleleng juga menetapkan Ketua LPD Tamblang sebagai tersangka dalam kasus serupa. 
“Selanjutnya dalam kasus yang sama, KR juga ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-714/N.1.11/Fd.2/11/2021 tanggal 22 November 2021, dimana hasil perhitungan sementara Tim Penyidik Kejari Buleleng diduga ada temuan selisih dana yang berindikasi merugikan keuangan negara sebesar 1,2 Miliar rupiah,” tambah Agung Jayalantara yang juga Humas Kejari Buleleng.
Dalam proses yang dilakukan dari kedua kasus dugaan korupsi tersebut, sampai saat ini Penyidik d Kejaksaan masih menunggu Perhitungan selisih dana tersebut dari pihak Tim Inspektorat Kabupaten Buleleng. 
“Terhadap tersangka NAW dan KR saat ini disangkakan melanggar ketentuan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8 dan Pasal 9 UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” papar Jayalantara.
Berdasarkan proses penanganan yang dilakukan dari kedua kasus itu, Kejaksaan Negeri Buleleng telah menyita sejumlah barang bukti, diantara pada kasus LPD Anturan mengamankan, dokumen kredit LPD, kendaraan roda empat, 12 sertifikat tanah dan laporan-laporan keuangan tahunan. 
Sedangkan untuk barang bukti pada kasus LPD Tamblang disita barang bukti berupa dokumen kredit LPD, dokumen pendirian LPD, dan laporan-laporan keuangan tahunan.
“Untuk tindak lanjut penanganan perkara akan dilakukan pemeriksaan khusus oleh Tim Penyidik Kejari Buleleng guna dilakukan pengembangan penyidikan dan pengumpulan bukti-bukti guna menguatkan pasal sangkaan yang disangkakan dalam kedua perkara A-quo,” papar Jayalantara.
Dari keterangan yang diberikan di Kejaksaan Negeri Buleleng terhadap perkara LPD Desa Adat Anturan sejak tahun 2010 sampai dengan sekarang, selain usaha simpan pinjam juga ada usaha tanah kavling, penerimaan pembayaran rekening listrik, air, telpon, pembayaran pajak dan ekspansi penyaluran kredit sampai keluar wilayah Desa Pakraman berdasarkan hasil Pararem Pajuru Desa Pakraman Anturan. 
Selanjutnya di tahun 2019 LPD Anturan memiliki aktiva lain-lain berupa tanah kavling senilai Rp 28.301.572.500,00 yang tersebar di 34 lokasi yang berbeda, namun dalam aktiva lain-lain berupa tanah kavling tersebut juga dimasukkan Dana Punia senilai Rp 500.000.000,00,-.
Halaman :

TAGS : Kabupaten Buleleng Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri Buleleng Lembaga Perkreditan Desa Kerugian Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritabuleleng.com - Media Online Buleleng Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Buleleng, Bali, Nasional dan Dunia.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Buleleng Terkini

Lihat Semua

Berita Bali TV