News

Harga Roti dan Mi Bakal Naik Imbas Larangan Ekspor Gandum

Kamis, 19 Mei 2022 | 15:25 WITA
Harga Roti dan Mi Bakal Naik Imbas Larangan Ekspor Gandum

beritabali.com/cnnindonesia.com/Harga Roti dan Mi Bakal Naik Imbas Larangan Ekspor Gandum

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NASIONAL.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman menyebut harga sejumlah produk pangan seperti biskuit, roti dan mi bakal naik dalam waktu dekat ini. Ia mengatakan potensi kenaikan dipicu oleh larangan impor gandum yang diberlakukan India baru-baru ini. Menurutnya, kebijakan India tersebut berpotensi mendongkrak harga tepung terigu hingga naik sampai dengan 10 persen.
"Dengan adanya kenaikan (harga gandum) yang signifikan dari larangan (ekspor) India itu mau tidak mau, dari informasi yang saya dapat dari anggota yang produksi tepung terigu, mereka akan menaikkan harga sekitar 5 persen sampai 10 persen. Tentunya ini akan berdampak pada produk pangan lain, karena biskuit, roti, mi itu pakai terigu, itu akan ada kenaikan harga" ungkapnya.
Selain larangan ekspor gandum dari India, potensi kenaikan produk pangan tersebut juga dipicu melonjaknya biaya logistik dan energi.
"Menurut saya akan ada kenaikan harga karena semuanya mengalami kenaikan bukan hanya terigu saja, tapi termasuk biaya logistik dan energi. Semua akan ada kenaikan luar biasa," kata dia.
Oleh karena itu, Adhi mengaku industri tengah mencari alternatif pasokan gandum dari Australia, Kanada, dan Argentina.
Terkait pasokan, ia mengatakan saat ini pasokan gandum di produsen tepung terigu masih cukup hingga Juni mendatang atau terbilang aman. Namun, setelah bulan tersebut industri harus menyediakan gandum kembali, jika tidak mereka akan kekurangan.
Halaman :

TAGS : Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritabali.TV - Berita Video Terkini dari Bali

Website Berita Video Terkini dari Bali yang Membahas seputaran Kuliner, Travel, Bisnis dan Semeton.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV