News

Harta Karun di Lumpur Lapindo, Terbukti atau Disembunyikan?

Selasa, 17 Mei 2022 | 10:45 WITA
Harta Karun di Lumpur Lapindo, Terbukti atau Disembunyikan?

beritabali.com/cnbcindonesia.com/Harta Karun di Lumpur Lapindo, Terbukti atau Disembunyikan?

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NASIONAL.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya mengungkapkan bahwa lumpur lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur mengandung 'harta karun' dalam hal ini adalah sumber daya mineral kritis, yang berupa Lithium (Li) dan Stronsium (Si). Bahkan tercatat juga ada mineral logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element.
Sejatinya 'harta karun' yang dimiliki oleh Indonesia itu menjadi incaran dunia. Maklum, jika memang benar-benar terbukti terdapat adanya lithium dan stronsium bisa menjadi bagian dari bahan baku baterai kendaraan listrik dan juga bahan baku kebutuhan elektronik.
Dan jika memang benar-benar terbukti, Indonesia akan bisa mandiri dalam pengembangan baterai kendaraan listrik, ditambah adanya potensi nikel, cobalt dan mangan yang dimiliki Indonesia.
Sayangnya sampai berita ini diturunkan, pihak yang berwenang menjabarkan perihal 'harta karun' di Lumpur Lapindo ini yakni Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono dan juga Koordinator Mineral Pusat Sumber Daya Mineral Batu Bara dan Panas Bumi Badan Geologi Kementerian ESDM, Moehammad Awaluddin belum merespon pertanyaan dari CNBC Indonesia. Sehingga belum bisa diketahui apakah indikasi adanya 'harta karun' itu sudah terbukti.
Sebelumnya, Awaluddin menyampaikan bahwa berdasarkan penyelidikan umum di Lumpur Lapindo, Sidoarjo ditemukan adanya mineral kritis dengan kadar yang cukup tinggi yaitu lithium dan stronsium. Bahkan, untuk mineral logam tanah jarang (LTJ), kata Awaluddin indikasi temuannya cukup rendah. "Yang cukup tinggi dan coba sedang ditindak lanjuti adalah lihtium dan stronsium," terang Awaluddin kepada CNBC Indonesia, Selasa (25/1/2022).
Dia bilang, indikasi temuan lithium itu bisa menjadi bagian dari bahan baku baterai kendaraan listrik. Sehingga bisa mendukung program kendaraan listrik nasional. Sementara stronsium bisa digunakan untuk bahan baku kebutuhan elektronik.
"Ini baru penyelidikan umum dan tindaklanjuti dari Puslitbang Tekmira pada saat itu. Pasti dari kegiatan pengeboran masih jauh dan bornya masih bor tangan 5 meter," ungkap Awaluddin.
Atas adanya indikasi temuan lithium dan stronsium itu, pihaknya saat ini fokus kepada uji ekstraksi. Bahkan, di tahun 2021 Puslitbang Tekmira sudah menindaklanjuti hal tersebut dan fokus ke logam lithium tersebut.
Halaman :

TAGS : Lumpur Lapindo Kendaraan Listrik Logam Lumpur Lapindo Jawa Timur Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritakarangasem.com - Media Online Karangasem Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Karangasem, Bali, Nasional dan Dunia.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV