Hukrim

58 Kawasan Narkoba di Bali, Sistem Tempel Sudah Masuk Desa

Kamis, 19 Mei 2022 | 19:40 WITA
58 Kawasan Narkoba di Bali, Sistem Tempel Sudah Masuk Desa

beritabali/ist/58 Kawasan Narkoba di Bali, Sistem Tempel Sudah Masuk Desa.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggelar rapat kerja sinergitas antar stakeholder di Kuta, pada Rabu 18 Mei 2022. 
Raker ini bertujuan untuk memetakan kawasan rawan narkoba di Bali dan ikut berkontribusi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). 
Raker ini dibuka langsung oleh Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Gede Sugianyar Dwi Putra yang dihadiri Kasi Monev Masyarakat Perkotaan BNN, Titik Tri Mulyani serta pejabat Pemkab Badung. 
Menurut Brigjen Sugianyar, berdasarkan data tahun 2021, ada 8.691 kawasan narkoba tersebar di seluruh Indonesia, baik pada kategori bahaya hingga waspada. Bali sendiri sebagai daerah destinasi wisata terbaik di Indonesia tidak luput dari ancaman narkoba. 
"Di Bali terdapat 58 kawasan narkoba yang butuh atensi dari seluruh pihak," ungkap Brigjen Sugianyar dalam sambutanya. 
Jenderal bintang satu di pundak ini mengakui tantangan penanggulangan narkoba cukup berat akibat dari prevalensi penyalahgunaan narkoba di Bali yang mencapai angka 15 ribuan orang. 
Belum lagi ditambah kian maraknya peredaran sabu dengan modus "sistem tempel" yang sudah masuk ke pedesaan. Hal ini terungkap dengan banyaknya pengungkapan kasus oleh BNN hingga jajaran kepolisian. 
Mantan Kepala BNNP NTB ini menegaskan upaya perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penegak hukum. Tapi seluruh lapisan komponen masyarakat agar bisa berperan dalam memberikan edukasi tentang bahaya laten narkoba. 
Dikatakanya, tantangan lain yang perlu menjadi perhatian di Bali adalah penanganan daerah rentan atau rawan narkoba. Apalagi Bali sebagai daerah tujuan utama wisata dunia, dan khususnya wilayah Badung menjadi salah satu kawasan yang mendapatkan intervensi agar bersih dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba. 
"Perlu adanya pendekatan soft power approach, yakni bagaimana kita memberikan edukasi termasuk pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan di daerah rawan itu saya nilai sangat efektif,” ujar Sugianyar.
Halaman :

TAGS : Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Pengembang Desain Web, SEO, Branding, Digital Marketing Bali

Kami pengembang web di Bali, desain web, layanan SEO, agensi digital marketing, branding media sosial, pengembang aplikasi berbasis web dan mobile yang akan membantu menciptakan nilai dari bisnis Anda.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Badung Terkini

Lihat Semua

Berita Bali TV